Rabu, 10 Juni 2015

Review : Percy Jackson: The Sea Of Monster

Review : Percy Jackson: The Sea Of Monster
Oleh : Muh Ardi Ramdani

Film yang meceritakan kisah-kisah pada masa lalu memang mempunyai keunikan tersendiri untuk di tonton. Salah satu film yang menmggunakan unsur kisah-kisah zaman dahulu(dewa dewi) adalah film yang dirilis oleh 20th Century yang berjudul Percy Jackson :Sea Of Monster. Percy Jackson :Sea Of Monster merupakan film yang di sutradarai  oleh Thor Freudenthal dan Naskahnya di tulis oleh Scott Alexander dan Larry karaszewski.Film ini di kembangkan dari buku karya Rick Riordan yang berjudul Percy Jackson and The Olympians:The Sea of Monsters.
Sea of Monsters dimulai dengan adegan yang menegangkan para demigod (putra/putri keturunan dewa, setengah manusia) yaitu Luke Castellan, Annabeth Chase, Grover Underwood dan Thalia Grace yang masih kecil pergi ke Camp Half-Blood. Mereka dikejar oleh para cyclops yang berakibat kematian Thalia. Zeus, ayah Thalia yang tidak ingin putrinya mati, lalu mengubahnya menjadi pohon pelindung Camp Half-Blood. Beberapa tahun kedepan, Percy Jackson ( Logan Lerman) sedang menjalani lomba dan dirinya diejek oleh Clarisse La Rue (Leven Rambin) , putri Ares. Walau Percy sudah menyelamatkan Olympus, dirinya tetap jadi semacam orang yang kurang di perhatikan di Camp. Suatu hari, camp diserang odan dan Pohon Thalia diracuni. Annabeth (Alexandra Daddario) mengusulkan pada Mr D (Stanley Tucci) bahwa yang bisa menyelamatkan Thalia adalah The Golden Fleece (Kain Wol Emas). Misi ini amat berbahaya karena kain itu dijaga oleh seorang Cyclops, Polyphomus yang berdiam di Sea of Monsters. 
Mr D mengutus Clarisse(Leven Rambin) dan sahabat Satyrnya, karena hanya para Satyr yang bisa mendeteksi kain itu. Percy pun pergi untuk mencari kain itu secara diam-diam.Ditemani dengan Annabeth(Alexandra Daddario)  dan Grover (Brandon T Jackson), dan juga saudara tiri Percy, Tyson (Douglas Smith) yang ternyata seorang cyclops, Percy pergi ke Sea of Monsters. Di tengah perjalanan tepatnya di Segitiga Percy harus berhadapan dengan Luke (Jake Abel) . Luke mengatakan bahwa Percy adalah demigod dalam ramalan yang akan menyelamatkan atau justru menghancurkan Olympus dan dunia. Karena Percy adalah satu-satunya putra dari salah satu dewa tunggal (Zeus, Poseidon dan Hades).Di tengah perjalanan,rombongan Percy di telan oleh monster laut dan di dalam perut monster laut tersebut,dia bertemu dengan rombongan Clarisse,dan keduanya bekerja sama untuk mendapatkan The Golden Fleece .Setibanya di Sea Of monsters mereka bertemu dengan Luke yang juga menginginkan kain itu.Namun akhirnya Percy dkk berhasil mendapatkan kain itu dan pohon thalia berhasil di selamatkan.
Pada Film Percy Jackson :Sea Of MonsteR ini para pemainnya terasa sangat menjiwai karakter yang mereka pegang masing-masing. Akting Logan Lerman, Alexandra Daddario dan yang lain cukup bagus. Logan Lerman berhasil memperlihatkan Percy yang galau dan sedikit terlihat blongo dan kurang percaya diri. Galau karena semacam nggak dianggap di Olympus,selain itu ayahnya, Poseidon seolah nggak memperhatikan dia, dan kaget akan kehadiran Tyson yang menjadi adiknya. Alexandra Daddario disini tidak terlalu menonjol, sehingga perannya lumayan tersenggol oleh kehadiran Leven Rambin yang menjadi Clarissa. Leven sukses menjadi Clarissa yang sombong minta ampun suka membully dan merendahkan Percy.
Saya cukup menikmati filmnya. Tidak terlalu mengesankan, namun effect dan animasi yang di paparkan membuat saya tenggelam dalam dunia dewa dewi. Meskipun film “Percy Jackson: Sea of Monsters” masih memiliki beberapa kekurangan,seperti tidak terlalu bisa menonjolkan sisi tokoh utamanya yaitu Percy karna hampir bisa di kalahkan atau tenggelam oleh kemunculan karakter Clarisse yang menjadi lawan mainnya dan dalam penonjolan karakter clarisse yang sedikit membingungkan apakah dia sombong,setiakawan,baik tapi songong dan lain-lain,tetapi film ini mampu menghibur para penontonnya dengan menampilkan effect animasi yang sungguh memukau dan menyuguhkan beberapa unsur kejenakaan seperti para sopir kereta terkutuk dan si Grover  yang sangat lucu dan juga dalam film ini menurut saya banyak menonjolkan unsur persahabatan dan kekeluargaan sehingga Tidak hanya cocok untuk anak-anak, tetapi film ini juga dapat dinikmati oleh orang tua karena bisa mendidik sekaligus memberikan hiburan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar